Unsur E: Penyebarluasan
Dampak sitasi tiga tahun dan visibilitas pada pengindeks.
Mengapa unsur ini penting
Penyebarluasan bernilai 12 poin: separuh dari dampak sitasi tiga tahun (E.1) dan separuh dari visibilitas nyata di pengindeks (E.2). Logo indeks di footer tidak dihitung; yang dinilai adalah keterindeksan metadata artikel.
Yang paling sering membuat poin hilang
- Metadata artikel tidak ter-harvest karena OAI-PMH bermasalah atau tidak lengkap.
- Sitasi tiga tahun masih di tingkat bawah, terutama untuk jalur DOI.
- Jurnal mencantumkan pengindeks yang tidak lagi memuat artikelnya.
Cara memperbaikinya
Paperway membaca sitasi dari Crossref dan OpenAlex serta memeriksa status keterindeksan di DOAJ dan Garuda. Metadata yang menghambat harvest dapat diperbaiki langsung; pengajuan ke pengindeks bereputasi dibantu dengan daftar persyaratan. Sitasi sendiri tidak dapat diperbaiki dan hanya dilaporkan.
Indikator dan cara Paperway menilainya
| Kode | Indikator | Poin | Dinilai dari | Perbaikan |
|---|---|---|---|---|
| E.1 | Dampak sitasi tiga tahun | 6 | Sumber publik Korpus ISSN, Crossref, OpenAlex | Laporan saja |
| E.2 | Visibilitas jurnal | 6 | Sumber publik Korpus ISSN, Crossref, OpenAlex | Langsung |
Teks indikator menurut Juknis
E.1 Dampak sitasi tiga tahun
Dampak sitasi pada jendela tiga tahun; jalur pengindeks bereputasi: >25/20–25/10–19/5–9/<5, atau jalur DOI: >75/31–75/11–30/5–10/<5. Sumber dicatat dan tidak dijumlahkan ganda. Skala poin: 6 · 4 · 3 · 2 · 1 · 0
E.2 Visibilitas jurnal
Visibilitas dinilai dari status riil keterindeksan metadata artikel pada pengindeks, bukan sekadar logo indeks pada footer situs. Skala poin: 6 · 4 · 3 · 2 · 1
Paperway memberikan proyeksi otomatis berdasarkan Kepdirjen 374/2026 dari sumber publik. Ini bukan hasil resmi ARJUNA/Kemdikbud dan bukan jaminan peringkat apa pun.